Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
BeritaDaerahPendidikanSultraWakatobi

Yayasan Hasanah Copot Pengurus Lama STAI Wakatobi, Ungkap Dugaan Bobrok Tata Kelola

2756
×

Yayasan Hasanah Copot Pengurus Lama STAI Wakatobi, Ungkap Dugaan Bobrok Tata Kelola

Sebarkan artikel ini

Wakatobi, Kilasbalik.id – Yayasan Hasanah Wakatobi akhirnya mencopot pengurus lama Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wakatobi dan menunjuk kepengurusan baru. Keputusan itu diambil setelah berbagai persoalan tata kelola kampus dinilai tidak transparan.

Dalam konferensi pers, Senin (15/9), mantan Ketua Yayasan Suhardin Syafei SPd MPd menyebut sejak 2018 tidak pernah ada laporan tertulis, khususnya terkait keuangan kampus. Bahkan, keputusan strategis seperti pengangkatan dosen dilakukan tanpa sepengetahuan yayasan.

“Setiap kebijakan diambil sepihak tanpa konfirmasi ke yayasan,” ungkap Suhardin.

Ia juga menyesalkan adanya dugaan pelanggaran etika akademik. Salah satu pimpinan jurusan disebut mengarahkan mahasiswa untuk menolak pelantikan pengurus baru.

“Mahasiswa seharusnya fokus belajar, penelitian, dan pengabdian. Bukan diarahkan pada urusan yang tidak semestinya,” tambahnya.

Sekretaris Yayasan, La Umuri, menegaskan dugaan penyimpangan keuangan menjadi salah satu sorotan. Ia mencontohkan potensi dana SPP yang diperkirakan mencapai Rp800 juta per tahun tidak pernah dipertanggungjawabkan secara jelas.

“Kalau data mahasiswa, dosen, dan pembayaran jelas, maka aliran dana juga bisa dihitung. Semestinya masuk ke rekening yayasan,” tegasnya.

Menurut La Umuri, yayasan sudah beberapa kali melayangkan surat pemanggilan untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan, namun pengurus lama enggan hadir.

Sementara itu, Penasehat Hukum Yayasan, Dr. Sarni SH MH C.Med, memastikan pihaknya akan melibatkan auditor independen untuk menelusuri keuangan STAI Wakatobi dalam tiga tahun terakhir.

“Jika ada temuan kerugian, kami siap menempuh jalur hukum. Meski demikian, pintu mediasi tetap terbuka,” tandasnya

Example 300250
Example 120x600