Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
BeritaButon RayaDaerahNasionalPendidikanPolitikSultraWakatobi

Momentum Hardiknas 2026, Mantan Ketua BEM FKIP Unidayan Soroti Kesejahteraan Guru

160
×

Momentum Hardiknas 2026, Mantan Ketua BEM FKIP Unidayan Soroti Kesejahteraan Guru

Sebarkan artikel ini

Wakatobi, Kilasbalik.id – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum refleksi bagi berbagai pihak, termasuk mantan Ketua BEM FKIP Universitas Dayanu Ikhsanuddin (Unidayan) Wawan Iswanto, yang menyoroti masih rendahnya kesejahteraan guru di Indonesia.

Sejalan dengan tema Hardiknas 2026 yang menekankan pentingnya Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua, ia menilai bahwa semangat tersebut harus dibarengi dengan perhatian nyata terhadap kesejahteraan guru, sebagai aktor utama dalam proses pendidikan.

Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa Hardiknas tidak boleh hanya dimaknai sebagai seremoni dan Tema tahunan, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya memperhatikan nasib para guru, terutama guru PPPK Paruh Waktu yang masih menerima gaji jauh dari kata layak.

“Hardiknas bukan hanya tentang mengenang jasa pendidikan , tetapi juga menjadi momen evaluasi. Hari ini kita masih melihat banyak guru yang hidup dalam keterbatasan ekonomi, padahal mereka adalah ujung tombak dalam mencerdaskan bangsa,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa pembangunan pendidikan tidak bisa direduksi hanya pada program-program tertentu seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), melainkan harus menyentuh aspek fundamental, termasuk kesejahteraan tenaga pendidik.

“Pendidikan bukan hanya soal program seperti Makan Bergizi Gratis, tetapi bagaimana memastikan guru sebagai pelaku utama pendidikan mendapatkan perhatian yang layak. Tanpa itu, sulit mewujudkan kualitas pendidikan yang berkelanjutan,” tegasnya.

Menurutnya, jika pemerintah serius ingin mendorong transformasi pendidikan sebagaimana semangat tema Hardiknas tahun ini, maka kebijakan yang berpihak pada guru harus menjadi prioritas, mulai dari penyesuaian gaji hingga jaminan kesejahteraan yang memadai.

“Jika kita ingin mewujudkan pendidikan yang berkualitas, maka kesejahteraan guru harus menjadi prioritas utama. Pemerintah perlu hadir dengan kebijakan konkret, mulai dari penyesuaian gaji hingga jaminan kesejahteraan yang layak,” tambahnya.

Momentum Hardiknas 2026, lanjutnya, harus menjadi titik balik untuk memperkuat komitmen bersama dalam memuliakan profesi guru, tidak hanya melalui penghargaan simbolik, tetapi juga melalui kebijakan nyata yang berdampak langsung pada kehidupan mereka.

Ia pun berharap adanya sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk memastikan bahwa guru mendapatkan haknya secara adil, demi masa depan pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Example 300250
Example 120x600