Wakatobi, Kilasbalik.id – Bupati Wakatobi H. Haliana secara resmi melepas 64 Jemaah Calon Haji (JCH) reguler Kabupaten Wakatobi tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi dalam acara yang berlangsung khidmat di Rumah Jabatan Bupati, Senin 17/05/26.
Kegiatan pelepasan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, DPRD, jajaran OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, keluarga jemaah, hingga para pendamping haji.
Dalam sambutannya, Bupati Haliana menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jemaah calon haji dan berharap seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan lancar, aman, dan penuh keberkahan.
“Selaku pribadi, keluarga, dan atas nama Pemerintah Kabupaten Wakatobi, saya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jemaah calon haji Kabupaten Wakatobi tahun 1447 Hijriah. Semoga bapak dan ibu dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan aman dan lancar serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat walafiat dan memperoleh predikat haji mabrur,” ujar Haliana.
Ia mengingatkan para jemaah untuk menjaga kesehatan, niat, serta memperkuat kesabaran dan keikhlasan selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan fisik maupun mental.
“Jaga hati, jaga lisan, disiplin mengatur waktu, serta menjaga kesehatan dengan pola makan, minum, dan istirahat yang cukup,” pesannya.
Bupati juga menekankan pentingnya kekompakan antarsesama jemaah, terutama karena sekitar 40 persen jemaah asal Wakatobi tahun ini merupakan kategori lanjut usia (lansia).
“Tahun ini mengusung tema Haji Ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan. Karena itu saya berharap seluruh jemaah dapat saling mendukung, saling menolong, dan menjaga kekompakan agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan nyaman dan penuh kebahagiaan,” katanya.
Selain itu, para jemaah diimbau untuk tetap waspada selama berada di Arab Saudi dengan menjaga identitas diri, mengenali lingkungan pondokan, menggunakan gelang barcode, serta menjaga barang berharga.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Wakatobi juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaah karena tahun ini belum dapat memberikan bantuan pembiayaan transportasi dan akomodasi seperti tahun-tahun sebelumnya akibat efisiensi anggaran nasional dan daerah.
“Dengan penuh kejujuran kami sampaikan bahwa tahun ini Pemerintah Kabupaten Wakatobi belum dapat menganggarkan dukungan biaya transportasi dan akomodasi sebagaimana tahun sebelumnya. Atas nama pribadi dan seluruh jajaran pemerintah daerah, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh jemaah dan keluarga,” ungkapnya.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya memberikan dukungan operasional guna memastikan proses keberangkatan jemaah menuju Pelabuhan Wanci berjalan lancar melalui koordinasi lintas instansi.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Wakatobi Hasnan Karya menyampaikan, para jemaah berasal dari enam kecamatan yang ada di Kabupaten Wakatobi. Kecamatan Wangi-Wangi menjadi wilayah dengan jumlah jemaah terbanyak yakni 35 orang, disusul Tomia Timur 13 orang, Wangi-Wangi Selatan 6 orang, Tomia 6 orang, Kaledupa 4 orang, serta Kaledupa Selatan 2 orang.
Ia menjelaskan, Kloter 39 terdiri dari gabungan jemaah asal Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara dengan total keseluruhan mencapai 393 orang.
“Jemaah Kloter 39 dijadwalkan masuk Embarkasi Makassar pada 18 Mei 2026 pukul 19.00 WITA dan akan diberangkatkan menuju Jeddah pada 19 Mei 2026 pukul 18.45 WITA,” kata Hasnan.
Selain itu, Hasnan mengungkapkan bahwa jemaah tertua asal Wakatobi tahun ini adalah Mala Ratna berusia 85 tahun dari Kecamatan Kaledupa yang masuk kategori prioritas lansia. Sedangkan jemaah termuda yakni Shinta Pratiwi yang masih berusia 24 tahun.
Ia berharap seluruh jemaah senantiasa menjaga kesehatan dan kekompakan selama menjalankan rangkaian ibadah haji, sehingga dapat menunaikan ibadah dengan lancar dan kembali ke daerah dalam keadaan sehat serta memperoleh predikat haji mabrur.




















