Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
BeritaButon RayaDaerahSultraWakatobi

Pemuda Wakatobi Soroti KNPI Vakum, Desak Musda Segera Digelar

17
×

Pemuda Wakatobi Soroti KNPI Vakum, Desak Musda Segera Digelar

Sebarkan artikel ini

WAKATOBI, Kilasbalik.id – Sejumlah pemuda dari berbagai organisasi dan komunitas di Kabupaten Wakatobi menyuarakan kekecewaan terhadap kondisi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Wakatobi yang dinilai vakum dan tidak menjalankan fungsi organisasi selama lebih dari satu tahun terakhir.

Kondisi tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama awak media pada Senin (1/6/2026). Para pemuda menilai KNPI yang seharusnya menjadi wadah berhimpun, beraspirasi, dan mengembangkan potensi generasi muda, kini tidak menunjukkan aktivitas maupun program yang jelas.

Salah seorang perwakilan pemuda, Risal, mengatakan bahwa sejak terbentuknya kepengurusan terakhir, tidak ada agenda organisasi yang berjalan, baik berupa rapat, program kerja, maupun komunikasi dengan pemuda dan pemerintah daerah.

“Sudah lebih dari satu tahun KNPI Wakatobi tidak beraktivitas. Tidak ada rapat, tidak ada program, dan tidak ada komunikasi dengan pemuda maupun pemerintah daerah. Padahal Wakatobi memiliki banyak potensi generasi muda yang dapat berkontribusi dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Menurutnya, vakumnya organisasi tersebut membuat banyak gagasan dan aspirasi pemuda tidak memiliki saluran resmi untuk disampaikan. Akibatnya, berbagai kegiatan kepemudaan berjalan secara terpisah tanpa koordinasi yang memadai.

Para pemuda juga menyoroti belum adanya langkah dari DPD KNPI Sulawesi Tenggara untuk menunjuk penjabat atau tim caretaker guna menjaga keberlangsungan organisasi di tingkat kabupaten. Berbagai upaya komunikasi yang dilakukan ke tingkat provinsi disebut belum menghasilkan kepastian.

Risal menegaskan, sebagai organisasi kepemudaan terbesar, KNPI memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah daerah dalam mendorong partisipasi pemuda pada berbagai sektor pembangunan.

“Di banyak daerah, KNPI masih aktif dan mampu menjadi penggerak kegiatan kepemudaan. Sementara di Wakatobi, organisasi ini seolah tidak memiliki aktivitas. Padahal potensi pemuda di sektor pariwisata, kelautan, budaya, hingga ekonomi kreatif sangat besar dan membutuhkan wadah yang mampu mengakomodasi serta mengembangkannya,” katanya.

Atas kondisi tersebut, para pemuda menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pihak terkait, yakni:

  1. DPD KNPI Sulawesi Tenggara segera melakukan evaluasi terhadap kondisi organisasi di Wakatobi dan menunjuk tim caretaker atau penjabat sementara.
  2. Segera melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih kepengurusan baru yang sah, representatif, dan memiliki program kerja yang jelas.
  3. Pemerintah Kabupaten Wakatobi turut memfasilitasi dan mengawal proses pemulihan organisasi demi memastikan keberlanjutan pembinaan kepemudaan di daerah.

Para pemuda berharap persoalan ini segera mendapat perhatian agar KNPI Wakatobi dapat kembali menjalankan fungsinya sebagai rumah bersama bagi generasi muda.

“Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan. Kami hanya ingin KNPI kembali hidup, aktif, dan menjadi wadah yang benar-benar hadir untuk pemuda Wakatobi. Jangan sampai organisasi ini kehilangan perannya di tengah kebutuhan pemuda akan ruang berkreasi dan berpartisipasi dalam pembangunan daerah,” tegas Risal.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari DPD KNPI Sulawesi Tenggara maupun Pemerintah Kabupaten Wakatobi terkait aspirasi yang disampaikan para pemuda tersebut.

 

Example 300250
Example 120x600