Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
BeritaBudayaButon RayaDaerahWakatobi

Damkarmat Wakatobi Berjibaku Padamkan Dua Kebakaran Lahan dalam Sehari

195
×

Damkarmat Wakatobi Berjibaku Padamkan Dua Kebakaran Lahan dalam Sehari

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Petugas Damkarmat Wakatobi saat melakukan pemadaman manual (swatter atau fire beater) pada lahan yang terbakar di Desa Komala, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi. Foto: Dok. Damkarmat Wakatobi. (18/7/2026).

WAKATOBI,Kilasbalik.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Wakatobi menangani dua peristiwa kebakaran lahan yang terjadi dalam satu hari di Pulau Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sabtu (18/7/2026).

Kebakaran pertama terjadi di kawasan padang rumput yang berada di Kelurahan Wandoka Selatan, Kecamatan Wangi-Wangi. Laporan dari masyarakat diterima petugas pada pukul 11.15 Wita. Tim Damkarmat kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 11.23 Wita.

Sesampainya di lokasi, petugas mendapati asap hitam mengepul disertai kobaran api yang terus meluas dan membakar area padang rumput. Setelah dilakukan upaya pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya pada pukul 12.26 Wita.

Pada hari yang sama, kebakaran lahan kembali terjadi di kawasan padang rumput Desa Komala, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan. Informasi kejadian diterima Damkarmat pada pukul 17.28 Wita. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 17.41 Wita dan mendapati api masih aktif membakar rerumputan di sekitar lokasi. Proses pemadaman berlangsung hingga api berhasil dipastikan padam pada pukul 18.45 Wita.

Dalam penanganan kedua peristiwa tersebut, Damkarmat Wakatobi mengerahkan masing-masing satu unit mobil pemadam kebakaran berkapasitas 3 ton. Upaya pemadaman juga mendapat bantuan dari masyarakat yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Ketgam : Kebakaran lahan di Kelurahan Wandoka Selatan, Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi. Foto: Dok. Damkarmat Wakatobi. (18/7/2026).

Kepala Bidang Damkarmat Wakatobi, La Ode Muhammad Rahmat, menjelaskan bahwa proses pemadaman sempat mengalami kendala karena terdapat sejumlah titik api yang berada di area yang tidak dapat dijangkau oleh mobil pemadam kebakaran. Kondisi tersebut mengharuskan petugas melakukan pemadaman secara manual dengan memanfaatkan alat seadanya di lokasi.

“Dalam proses pemadaman terdapat beberapa titik api yang tidak dapat dijangkau oleh unit pemadam. Untuk area yang bisa dijangkau, petugas menggunakan nozel dari mobil pemadam, sedangkan pada titik yang sulit diakses kami melakukan pemadaman secara manual menggunakan metode pukul (swatter atau fire beater) dengan memanfaatkan ranting maupun bahan alami yang tersedia di sekitar lokasi,” ujar La Ode Muhammad Rahmat.

Hingga saat ini, penyebab pasti kedua kebakaran tersebut masih belum diketahui. Damkarmat Wakatobi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama di musim kemarau. Apabila terpaksa melakukan pembakaran, masyarakat diminta membuat sekat api (fire break) sebagai pembatas agar kobaran api tidak meluas ke area lain. Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak membuang benda-benda yang berpotensi memicu terjadinya kebakaran.

Example 300250
Example 120x600