Wakatobi, Kilasbalik.id – Kunjungan kerja Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A. ke SD Negeri Melai One, Kabupaten Wakatobi, Jumat (17/7/2026), menjadi momen penuh haru bagi seluruh warga sekolah. Kehadiran Wamendikdasmen yang didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara serta Bupati Wakatobi H. Haliana, SE dan Wakil Bupati Wakatobi Dra. Hj. Safia Wualo disambut hangat oleh kepala sekolah, dewan guru, tenaga kependidikan, dan para siswa.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum penutupan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026 di SD Negeri Melai One. Kehadiran Wamendikdasmen pada penutupan MPLS memberikan semangat dan motivasi tersendiri bagi para peserta didik baru yang baru saja menyelesaikan masa pengenalan lingkungan sekolah.
Kepala SD Negeri Melai One, Harmiana, S.Pd, mengaku tidak menyangka sekolah yang dipimpinnya mendapat kunjungan langsung dari jajaran pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi motivasi besar bagi seluruh tenaga pendidik untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan meskipun berada di wilayah kepulauan dengan berbagai keterbatasan.
“Ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus bentuk perhatian pemerintah terhadap sekolah-sekolah di pedesaan seperti sekolah kami. Kami sangat terharu karena pagi ini secara langsung dikunjungi Pak Wamen, Pak Wakil Gubernur, Pak Bupati, dan Ibu Wakil Bupati. Kebetulan hari ini kami juga melaksanakan penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026, sehingga kehadiran beliau menjadi kebahagiaan dan berkah tersendiri bagi seluruh keluarga besar SD Negeri Melai One,” ujar Harmiana.
Ia menjelaskan, selama memimpin SD Negeri Melai One, sekolah tersebut telah memperoleh bantuan rehabilitasi secara berturut-turut selama tiga tahun, mulai dari rehabilitasi ruang kelas, rehabilitasi perpustakaan, hingga ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Meski demikian, sekolah masih menghadapi kekurangan fasilitas penting berupa gedung kantor kepala sekolah dan ruang dewan guru.
Dalam dialog bersama Wamendikdasmen, Harmiana secara langsung menyampaikan usulan revitalisasi atau pembangunan gedung kantor baru sebagai kebutuhan prioritas sekolah.
“Kami bersyukur karena selama tiga tahun terakhir sekolah kami terus mendapatkan rehabilitasi. Namun hingga saat ini kami belum memiliki gedung kantor dan ruang dewan guru yang representatif. Karena itu kami mengusulkan kepada Bapak Wakil Menteri agar sekolah kami dapat memperoleh bantuan revitalisasi atau pembangunan gedung kantor,” ungkapnya.
Selain persoalan sarana dan prasarana, Harmiana juga menyampaikan kendala yang dihadapi salah seorang guru mata pelajaran Bahasa Inggris yang telah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG), namun belum dapat memenuhi ketentuan beban jam mengajar sebagai syarat sertifikasi.
Menanggapi hal tersebut, Wamendikdasmen Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A. memberikan respons langsung. Untuk kebutuhan pembangunan gedung kantor sekolah, ia meminta agar usulan tersebut segera dikoordinasikan bersama Pemerintah Kabupaten Wakatobi agar dapat diproses sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
“Silakan berkoordinasi dengan pemerintah daerah, dalam hal ini Bapak Bupati Wakatobi, agar usulan tersebut dapat ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Wamendikdasmen.
Sementara terkait persoalan guru Bahasa Inggris, Wamendikdasmen menjelaskan bahwa pengaturan tugas tambahan untuk memenuhi beban kerja guru merupakan kewenangan kepala sekolah.
“Terkait sertifikasi guru mata pelajaran Bahasa Inggris, sepenuhnya menjadi hak prerogatif kepala sekolah untuk memberikan tugas tambahan sesuai regulasi yang berlaku sehingga pemenuhan beban kerja guru dapat diselesaikan,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Wamendikdasmen juga secara resmi menutup rangkaian kegiatan MPLS Ramah Tahun 2026 di SD Negeri Melai One. Ia mengapresiasi pelaksanaan MPLS yang mengedepankan pendekatan ramah anak, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan maupun kekerasan. Menurutnya, MPLS harus menjadi ruang yang menyenangkan bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, teman, serta menumbuhkan semangat belajar sejak hari pertama.
Selain itu, Wamendikdasmen menyerahkan bantuan kepada SD Negeri Melai One sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah kepulauan.
Harmiana menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa seluruh bantuan yang diterima akan dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan pemerintah. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat kolaborasi dengan orang tua dan masyarakat, serta memanfaatkan setiap bantuan secara bertanggung jawab demi menghadirkan pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak Wakatobi,” tutupnya.




















