Wakatobi, Kilasbalik.id – Festival Wowine memiliki makna tersendiri bagi Eliati Haliana. Bagi Pembina Wowine Wakatobi menganggap Festival Wowine tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan ceremonial belaka, tetapi memiliki makna tersirat, yang begitu dalam tentang kemandirian, kelembutan, dan ketangguhan memendam rindu Perempuan Wakatobi.
Hal itu terbentuk dari perjalanan panjang, bukan hanya sebagai daerah otonom, dan pesatnya pendidikan formal, tetapi juga Wakatobi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kejayaan kerajaan/kesultanan Buton pada masa lampau, telah melahirkan embrio berkualitas super untuk terus mewariskan emansipasi keteladanan dua tokoh perempuan negeri Butuni, yakni Wakaka dan Wa Ode Wau.
Ujar Eliati, Tema Festifal Wowine tahun ini adalah “SPIRIT PEREMPUAN MARITIM” yang dimaknai denga perempuan sebagai penjaga budaya maritim, perempuan sebagai penggerak Ekonomi Maritim, Perempuan sebagai Simbol Ketangguhan dan Kearifan Lokal, Mengangkat peran Perempuan yang kerap terpinggirkan dimana tema ini menggambarkan semangat yang mencerminkan ketangguhan, keuletan dan peran penting seorang Perempuan.

Ucapnya, Festival ini juga menjadi momentum untuk menunjukkan kepada publik, bahwa dibalik keberlanjutan tradisi maritim, ada peran perempuan yang begitu kuat, baik sebagai ibu rumah tangga, pelaku usaha, pengrajin, nelayan maupun seniman.
Dalam sambutannya pada festival Wowine, itu, isteri orang nomor satu Wakatobi itu menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, baik secara langsung maupun tidak langsung, dalam terselenggaranya Festifal Wowine tahun 2025.
“Termasuk Kementrian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Universitas Indonesia, Para sponsor, pelaku seni budaya, dan tentunya masyarakat yang selalu mendukung setiap kegiatan positif di daerah ini,” ucapnya.
Ia juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, kepada komunitas Wowine Wakatobi yang dengan sukses telah membangun kemitraan dengan pemerintah provinsi untuk melaksanakan kegiatan festival yang luar biasa ini.
“Dan kepada seluruh stakeholder perempuan Wakatobi, saya mengajak kita semua untuk selalu berkolaborasi, menciptakan kaum perempuan yang cerdas, mandiri, berkarakter, dan berbudaya. Perempuan cerdas harus memiliki kecerdasan dan kompetensi untuk bisa melakukan perannya sebagai seorang istri, ibu, anak, dan sebagai anggota masyarakat, sehingga memilki nilai yang dapat diperhitungkan keberadaannya di tengah Masyarakat,” tutpnya.




















