WAKATOBI – Ketua TP PKK Kabupaten Wakatobi, Ny. Hj. Eliati Haliana, SKM, mengajak seluruh kader menjadikan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 sebagai momentum memperkuat komitmen dan pengabdian kepada masyarakat.
Hal itu disampaikan Eliati saat memberikan sambutan pada peringatan HKG PKK ke-54 tingkat Kabupaten Wakatobi di Villa Nadila, Kecamatan Wangi-Wangi, Minggu (4/10/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Wakatobi H. Haliana, SE., Wakil Bupati Wakatobi, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda serta seluruh kader TP PKK dari seluruh wilayah Kabupaten Wakatobi.
Eliati mengatakan, kader merupakan perempuan-perempuan hebat yang bekerja dengan hati, bergerak dengan ketulusan dan mengabdi tanpa mengenal lelah. Karena itu, keberadaan mereka harus terus memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan lingkungan.
“Pada momentum HKG PKK ke-54 Tahun 2026 ini, saya mengajak seluruh keluarga besar TP PKK Kabupaten Wakatobi untuk menjadikan peringatan ini sebagai titik tolak memperkuat komitmen dan semangat pengabdian. Mari kita satukan langkah, satukan hati dan satukan gerakan,” ujar Eliati.
Menurutnya, Wakatobi memiliki potensi besar berupa kekayaan laut dan alam, budaya, kearifan lokal serta sumber daya perempuan yang menjadi kekuatan dalam membangun kesejahteraan masyarakat.

Melalui pemberdayaan keluarga, ia mendorong terciptanya rumah tangga yang sehat, mandiri, produktif, tangguh dan sejahtera. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai program, antara lain Posyandu 6 Bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang terintegrasi dengan BKB dan PAUD, ketahanan pangan, pemanfaatan pangan lokal, pengembangan UP2K, pencegahan stunting, peningkatan kesehatan ibu dan anak, kesehatan reproduksi perempuan serta kepedulian terhadap lingkungan.
Eliati juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan dan kualitas generasi penerus. Ia meminta seluruh kader memastikan tidak ada masyarakat yang terabaikan dalam memperoleh pendampingan dan pelayanan.
“Pastikan tidak ada keluarga yang terabaikan. Tidak ada anak yang kehilangan haknya untuk tumbuh dan berkembang. Tidak ada ibu yang berjalan sendiri menghadapi persoalan kesehatan. Dan tidak ada keluarga yang kehilangan harapan untuk menjadi lebih sejahtera,” tegasnya.
Ia menilai kekuatan organisasi terletak pada kerja nyata para kader di tengah masyarakat. Dari keluarga dibangun generasi, dari desa dan kelurahan digerakkan perubahan, hingga tercipta kehidupan yang lebih sehat, mandiri dan sejahtera.
“Dari keluarga kita bangun generasi, dari kader kita gerakkan masyarakat, dari desa dan kelurahan kita bangun perubahan, dan dari Wakatobi kita hadirkan keluarga yang sehat, mandiri, tangguh dan sejahtera,” pungkas Eliati.




















