KENDARI, Kilasbalik.id – Bandar Udara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara, resmi menggunakan bahasa Tolaki dalam pengumuman informasi penerbangan sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya lokal dan memperkuat identitas daerah.
Program ini merupakan hasil kolaborasi BLU UPBU Bandara Haluoleo Kendari dengan Lembaga Adat Tolaki (LAT). Gagasan tersebut dibahas saat Sekjen LAT Basrin Melamba bersama tokoh adat Tolaki berkunjung ke Kantor BLU UPBU Haluoleo Kendari, Selasa (28/7/2026).
Rombongan disambut Kepala Kantor BLU UPBU Haluoleo Kendari, Denny Ariyanto. Pertemuan tersebut menjadi langkah memperkuat sinergi antara pengelola bandara dan lembaga adat dalam menghadirkan pelayanan yang tetap mengedepankan nilai budaya lokal.
Berdasarkan keterangan resmi yang diunggah melalui akun Bandara Haluoleo pada Senin (3/8/2026), penggunaan bahasa Tolaki dalam pengumuman bandara mulai diterapkan sejak Jumat (31/7/2026).
“Penggunaan bahasa Tolaki di pengumuman bandara resmi diberlakukan mulai 31 Juli 2026,” demikian keterangan resmi Bandara Haluoleo Kendari.
Dalam unggahan tersebut juga ditampilkan video seorang petugas bandara yang menyampaikan pengumuman menggunakan bahasa Tolaki. Inisiatif ini diharapkan memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap bahasa daerah.
“Kolaborasi ini menjadi wujud komitmen kami menghadirkan pelayanan yang tidak hanya profesional, tetapi juga menghargai dan melestarikan budaya lokal sebagai identitas Sulawesi Tenggara,” tulis Akun Bandara Haluoleo dalam unggahan resminya.
Penggunaan bahasa daerah di ruang publik juga menjadi bentuk apresiasi terhadap kearifan lokal sekaligus memperkenalkan budaya Sulawesi Tenggara kepada penumpang dari berbagai daerah.
Kolaborasi Bandara Haluoleo Kendari dan Lembaga Adat Tolaki menjadi langkah nyata menghadirkan pelayanan publik yang tetap mengedepankan pelestarian budaya lokal.




















