Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
BeritaBisnisDaerahInternasionalPariwisataWakatobi

Fam Trip 25 Agen ASITA Bali Buka Peluang Baru Ekonomi Pariwisata Wakatobi

31
×

Fam Trip 25 Agen ASITA Bali Buka Peluang Baru Ekonomi Pariwisata Wakatobi

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Peserta Familiarization Trip (Fam Trip) agen perjalanan anggota ASITA Bali mengeksplorasi destinasi wisata bahari Wakatobi di Sombu Dive, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Foto/Istimewa

WAKATOBI, KILASBALIK.ID – Kunjungan 25 agen perjalanan anggota ASITA Bali ke Kabupaten Wakatobi melalui program Familiarization Trip (Fam Trip) tidak hanya menjadi ajang promosi destinasi, tetapi juga membuka peluang baru bagi penguatan ekonomi pariwisata masyarakat lokal.

Para agen perjalanan tersebut memiliki jaringan pasar wisatawan mancanegara, termasuk Eropa dan Amerika. Kehadiran mereka di Wakatobi menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan berbagai produk dan pengalaman wisata yang dapat dikemas untuk pasar internasional.

Ketua ASITA Wakatobi, Anto, mengatakan Fam Trip tersebut diharapkan menjadi awal terbentuknya kerja sama pemasaran antara pelaku industri pariwisata Wakatobi dengan jaringan agen perjalanan di Bali.

“Target kita bukan hanya mereka datang, melihat Wakatobi, lalu pulang. Yang kita harapkan adalah setelah Fam Trip ini muncul kerja sama nyata, ada paket wisata yang dijual, ada promosi Wakatobi di pasar mereka, dan pada akhirnya semakin banyak wisatawan mancanegara yang datang ke Wakatobi,” kata Anto.

Menurutnya, Bali memiliki posisi penting sebagai salah satu pusat pariwisata Indonesia dengan jaringan industri perjalanan yang telah memiliki akses terhadap wisatawan dari berbagai negara.

Kondisi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun konektivitas perjalanan antara Bali dan Wakatobi. Wisatawan yang telah menjadikan Bali sebagai tujuan perjalanan dapat diarahkan untuk melanjutkan perjalanan ke Wakatobi sebagai destinasi wisata bahari dengan karakter yang berbeda.

“Bali sudah memiliki market internasional yang sangat kuat. Wakatobi memiliki produk wisata yang berbeda dan sangat potensial. Kalau keduanya bisa dikolaborasikan, tentu akan menjadi peluang besar,” ujarnya.

Selama berada di Wakatobi, peserta Fam Trip akan diperkenalkan dengan berbagai produk wisata, antara lain wisata selam, keindahan bawah laut, wisata pulau dan pesisir, budaya, kuliner serta aktivitas wisata yang melibatkan masyarakat.

Kepala Dinas Pariwisata Wakatobi, La Tarima, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengatakan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara diharapkan memberikan dampak berantai terhadap perekonomian masyarakat.

Menurutnya, sektor yang dapat memperoleh manfaat antara lain akomodasi, restoran, operator selam, pemandu wisata, transportasi, UMKM, ekonomi kreatif hingga pelaku usaha kuliner.

“Wakatobi memiliki modal yang kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata internasional. Keindahan laut dan terumbu karang, kekayaan biodiversitas, pulau-pulau, budaya masyarakat serta pengalaman wisata yang autentik merupakan potensi yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara,” ujar La Tarima.

Ia berharap kegiatan promosi melalui jaringan industri perjalanan dapat menghasilkan kerja sama jangka panjang, bukan hanya kunjungan sesaat.

Fam Trip tersebut juga diharapkan menjadi ruang bagi agen perjalanan untuk melihat secara langsung kesiapan produk wisata Wakatobi sebelum memasukkannya ke dalam paket perjalanan yang ditawarkan kepada wisatawan internasional.

Jika kerja sama pemasaran dapat berlanjut, peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara diharapkan mampu memperluas perputaran ekonomi di tingkat masyarakat sekaligus memperkuat posisi Wakatobi sebagai destinasi wisata bahari unggulan Indonesia.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, ASITA, pelaku usaha, masyarakat dan jaringan industri pariwisata Bali menjadi salah satu langkah untuk membangun ekosistem pariwisata Wakatobi yang semakin terbuka terhadap pasar global.

Example 300250
Example 120x600