Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
Opini

Perlawanan terhadap Kolonialisme dan Oligarki: Antara Kesadaran Tan Malaka dan Strategi Sun Tzu

113
×

Perlawanan terhadap Kolonialisme dan Oligarki: Antara Kesadaran Tan Malaka dan Strategi Sun Tzu

Sebarkan artikel ini

OPINI, Kilasbalik.id – Kolonialisme mungkin telah berganti wajah, tetapi substansinya masih hidup dalam berbagai bentuk penguasaan ekonomi, politik, dan sumber daya oleh segelintir elite. Di era modern, kolonialisme tidak selalu hadir melalui pendudukan militer, melainkan melalui ketergantungan ekonomi, dominasi korporasi, dan jaringan oligarki yang mengendalikan kebijakan negara demi kepentingan kelompok tertentu.

Dalam konteks ini, pemikiran Tan Malaka tetap relevan. Ia meyakini bahwa kemerdekaan sejati tidak hanya berarti terbebas dari penjajahan asing, tetapi juga terbebas dari segala bentuk penindasan yang menghalangi rakyat menjadi penguasa atas nasibnya sendiri. Bagi Tan Malaka, kesadaran politik rakyat adalah fondasi utama perjuangan. Rakyat yang terdidik dan sadar akan hak-haknya tidak mudah diperalat oleh kekuatan modal maupun kekuasaan.

Namun, kesadaran saja tidak cukup. Di sinilah strategi Sun Tzu menawarkan pelajaran penting. Dalam karyanya, The Art of War, kemenangan tidak selalu diraih melalui konfrontasi langsung, melainkan melalui pemahaman mendalam terhadap medan perjuangan, kekuatan lawan, dan kekuatan diri sendiri. Perlawanan terhadap oligarki tidak harus diwujudkan dalam kemarahan yang sporadis, tetapi melalui organisasi yang kuat, penguasaan informasi, dan kemampuan membangun solidaritas yang luas.

Tan Malaka mengajarkan keberanian untuk melawan ketidakadilan, sementara Sun Tzu mengajarkan bagaimana melawan dengan cerdas. Ketika oligarki menguasai media, pendidikan, dan akses ekonomi, maka perlawanan harus dimulai dari pembangunan kesadaran kritis, penguatan organisasi rakyat, dan penguasaan ruang-ruang pengetahuan. Musuh yang paling sulit dikalahkan bukanlah yang memiliki kekuatan terbesar, melainkan yang tidak dipahami cara kerjanya.

Perlawanan modern tidak cukup hanya dengan slogan. Ia membutuhkan strategi, disiplin, dan visi jangka panjang. Sebagaimana Tan Malaka menempatkan rakyat sebagai subjek perubahan, dan Sun Tzu menekankan pentingnya perencanaan, maka perjuangan melawan kolonialisme baru dan oligarki harus berakar pada pendidikan politik, kemandirian ekonomi, serta persatuan sosial yang mampu menandingi kekuatan elite.

Pada akhirnya, kemerdekaan bukanlah warisan yang selesai diperjuangkan oleh generasi terdahulu. Kemerdekaan adalah proses yang terus diuji oleh munculnya bentuk-bentuk baru penguasaan. Karena itu, melawan kolonialisme dan oligarki hari ini berarti melanjutkan cita-cita pembebasan rakyat dengan keberanian berpikir seperti Tan Malaka dan kecerdikan bertindak seperti Sun Tzu.

Example 300250
Example 120x600