Kolaka, Kilasbalik.id – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ke-61, Dekranasda Kabupaten Wakatobi turut berpartisipasi aktif dengan memamerkan beragam kerajinan tangan khas yang memukau.
Bertempat di Gedung Olah Raga (GOR) Kabupaten Kolaka, Dekranasda Wakatobi menghadirkan stand eksklusif yang menampilkan kekayaan budaya dan kreativitas para pengrajin lokal.
Dekranasda Wakatobi menyuguhkan beragam produk unggulan yang dibuat dengan ketelitian tinggi, menggabungkan seni tradisional dan nilai-nilai kearifan lokal. Mulai dari anyaman pandan hutan, tenun sobi khas Liya Togo, hingga kerajinan logam Binongko yang terkenal kuat dan artistik.
Beberapa Kerajinan khas Wakatobi tersebut diantaranya Menturu Craft memamerkan berbagai produk anyaman pandan hutan yang ramah lingkungan, seperti tas anyaman elegan, tempat tisu, tatakan piring, taplak meja, tempat pensil, dan penutup gelas.

Rebila Bamboo menghadirkan karya anyaman bambu multifungsi, seperti Bosara (nampan tradisional), talang, kap lampu, rak bumbu susun, dan tempat tisu, yang menonjolkan kesan natural dan minimalis.
Selanjutnya Kain Tenun Desa Liya Togo dan Desa Pajam: Mahakarya Motif Kain tenun menjadi salah satu unggulan Dekranasda Wakatobi, dengan motif-motif inspiratif yang terinspirasi dari kekayaan bahari.
Tenun Liya Togo berupa Motif kuda laut, kaubarasa, kelor, ikan, dan lariangi yang sarat makna budaya. Sedangkan Tenun Desa Pajam yaitu Motif tamba, paa, gunu-gunu, serta inovasi perpaduan motif yang memperkaya khazanah kebudayaan Nusantara. Yang istimewa, proses pewarnaan menggunakan pewarna sintetis dan alami, menunjukkan komitmen pelestarian lingkungan.
Berikutnya Kerajinan Logam Binongko: Karya Tangan yang Kokoh dan Bernilai Seni Tinggi: Para pengunjung juga dapat menemukan pisau dan parang khas Togo Binongko yang terkenal dengan ketajaman dan ketahanannya. Kerajinan logam ini tidak hanya berfungsi sebagai alat sehari-hari, tetapi juga menjadi koleksi bernilai seni tinggi.

Tak ketinggalan, kerajinan tas dari Wanci menampilkan desain modern berbahan tenun tradisional, cocok untuk gaya kekinian. Selain itu, kampuru turut memperkaya koleksi yang dipamerkan.
Ketua Dekranasda Wakatobi Eliati Haliana, yang hadir bersama pengurus Dekranasda Wakatobi, menyampaikan kebanggaannya atas partisipasi ini.
“Kami mengangkat tiga produk unggulan: tenun, anyaman, dan kerajinan logam. Semuanya merupakan warisan budaya yang harus kita lestarikan,” ujarnya.
Eliati juga mengundang masyarakat untuk berkunjung ke Stand Pameran Dekranasda Wakatobi di GOR Kabupaten Kolaka.
“Mari dukung produk lokal Wakatobi yang tidak hanya indah, tetapi juga mengandung nilai sejarah dan kearifan lokal,” ajaknya.
Keikutsertaan Dekranasda Wakatobi dalam HUT Sultra ke-61 ini tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga upaya memperkuat ekonomi kreatif daerah.
Dengan semakin dikenalnya produk-produk Wakatobi, diharapkan dapat membuka peluang pasar yang lebih luas, sekaligus menjaga kelestarian budaya untuk generasi mendatang.




















