WAKATOBI, KILASBALIK.ID – Peluang Wakatobi memperluas pasar wisatawan mancanegara semakin terbuka setelah 25 agen perjalanan anggota ASITA Bali melakukan Familiarization Trip (Fam Trip) ke Kabupaten Wakatobi.
Kedatangan para pelaku industri perjalanan tersebut menjadi momentum penting bagi Wakatobi untuk memperkenalkan produk wisatanya secara langsung kepada agen perjalanan yang memiliki jaringan pemasaran internasional, khususnya pasar Eropa dan Amerika.
Selama mengikuti Fam Trip, para peserta akan mengeksplorasi sejumlah potensi wisata Wakatobi, mulai dari keindahan bawah laut, wisata selam, pulau dan pesisir, budaya masyarakat, kuliner lokal hingga pengalaman wisata berbasis masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Wakatobi, La Tarima, mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan strategis untuk memperluas jaringan pemasaran pariwisata Wakatobi ke pasar global.
“Kami menyambut baik kedatangan para peserta Fam Trip dari ASITA Bali. Ini menjadi kesempatan bagi Wakatobi untuk memperkenalkan potensi pariwisata secara langsung kepada para pelaku industri perjalanan yang memiliki akses ke pasar internasional, khususnya Eropa dan Amerika,” ujar La Tarima.
Menurutnya, pengalaman langsung di destinasi akan memberikan gambaran yang lebih utuh kepada para agen perjalanan mengenai daya tarik, fasilitas, pelayanan, aksesibilitas serta aktivitas wisata yang dapat ditawarkan kepada calon wisatawan.
La Tarima berharap kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan pengenalan destinasi, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama promosi dan pemasaran yang berkelanjutan.
“Kami berharap setelah melihat dan merasakan langsung Wakatobi, para peserta dapat membawa pengalaman tersebut ke pasar mereka. Pemerintah daerah tentu terbuka terhadap kolaborasi dengan industri pariwisata untuk bersama-sama meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Wakatobi,” katanya.
Sementara itu, Ketua ASITA Wakatobi, Anto, menilai keberadaan 25 agen perjalanan tersebut memberikan peluang besar karena mereka memiliki akses langsung terhadap pasar wisatawan internasional.
“Mereka datang bukan sekadar sebagai wisatawan, tetapi untuk melihat langsung apa yang bisa ditawarkan Wakatobi kepada wisatawan dari pasar mereka,” ujar Anto.
Ia menjelaskan, agen perjalanan membutuhkan pengalaman langsung sebelum menjadikan sebuah destinasi sebagai bagian dari paket perjalanan. Mereka perlu mengetahui kualitas destinasi, fasilitas, pelayanan, aktivitas wisata serta pengalaman yang dapat ditawarkan.
Anto menilai jaringan pariwisata Bali dapat menjadi salah satu jembatan pemasaran Wakatobi ke pasar global. Bali memiliki jaringan industri perjalanan yang kuat, sementara Wakatobi mempunyai karakter produk wisata bahari yang berbeda dan memiliki daya tarik tersendiri.
“Kami ingin membangun konektivitas pemasaran. Bali sudah memiliki market internasional yang sangat kuat. Wakatobi memiliki produk wisata yang berbeda dan sangat potensial. Kalau keduanya bisa dikolaborasikan, tentu akan menjadi peluang besar untuk menarik wisatawan Eropa dan Amerika ke Wakatobi,” jelasnya.
Melalui Fam Trip ini, Wakatobi diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata bahari yang mampu menawarkan pengalaman alam, budaya dan kehidupan masyarakat secara autentik.
Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi pintu masuk bagi terbentuknya paket wisata Wakatobi yang dipasarkan melalui jaringan agen perjalanan internasional, sehingga mampu meningkatkan arus kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah tersebut.




















