Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
BeritaButon RayaDaerahInternasionalNasionalPemerintahanPendidikanSultraWakatobi

Wakatobi di Panggung Dunia: UNESCO Tetapkan Wakatobi sebagai Inspirasi Global Pendidikan Berkelanjutan

39
×

Wakatobi di Panggung Dunia: UNESCO Tetapkan Wakatobi sebagai Inspirasi Global Pendidikan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, 15 Juni 2026 – Kabupaten Wakatobi kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat internasional. Dalam forum bergengsi bertajuk National Forum on Education for Sustainable Development: Biosphere Reserve and Ocean as The Learning Place of People and Planet yang digelar di Shangri-La Jakarta, Wakatobi mendapatkan pengakuan dunia sebagai salah satu model pembelajaran berbasis konservasi yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Forum yang diselenggarakan oleh UNESCO tersebut menempatkan Wakatobi sebagai representasi Indonesia dalam program percontohan (pilot project) pendidikan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik. Dari seluruh negara di kawasan tersebut, hanya empat negara yang terpilih, yakni Jepang, Vietnam, Thailand, dan Indonesia yang diwakili oleh Wakatobi.

Kehadiran Wakatobi dalam forum internasional ini menjadi bukti bahwa praktik konservasi yang selama ini dikembangkan di daerah kepulauan tersebut telah mendapatkan pengakuan dan validasi langsung dari UNESCO sebagai lembaga dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam kegiatan tersebut, Haliana memperoleh kehormatan untuk menyampaikan Opening Remarks bersama Maki Katsuno Hayashikawa serta Abdul Mu’ti. Selain itu, Bupati Wakatobi juga tampil sebagai salah satu keynote speaker yang memaparkan pengalaman dan praktik baik Wakatobi dalam mengintegrasikan pendidikan, konservasi lingkungan, dan pembangunan masyarakat.

Dalam forum tersebut, Wakatobi menjadi salah satu topik utama yang mendominasi perbincangan. Pengalaman daerah ini dalam mengelola kawasan biosfer dan ekosistem laut sebagai ruang belajar bagi masyarakat dinilai mampu memberikan inspirasi bagi berbagai negara dalam mengembangkan pendidikan yang berorientasi pada keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa Wakatobi merupakan pionir dalam pengembangan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia.

“Wakatobi bukan satu-satunya yang akan mengembangkan model ini di Indonesia, tetapi Wakatobi adalah yang pertama dan menjadi inspirasi bagi pengembangan Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan di berbagai daerah di tanah air,” tegas Abdul Mu’ti dalam forum tersebut.

Sementara itu, Bupati Wakatobi, Haliana, menyampaikan bahwa pengakuan UNESCO ini merupakan hasil kerja bersama seluruh masyarakat Wakatobi yang selama bertahun-tahun menjaga harmoni antara pembangunan, pendidikan, dan pelestarian lingkungan.

“Pengakuan ini bukan hanya milik pemerintah daerah, tetapi milik seluruh masyarakat Wakatobi. Ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus menjaga warisan alam dan budaya sekaligus menjadikannya sebagai sumber pembelajaran bagi generasi masa depan,” ujar Haliana.

Pengakuan internasional ini semakin memperkuat posisi Wakatobi sebagai kawasan yang tidak hanya dikenal karena keindahan laut dan kekayaan biodiversitasnya, tetapi juga sebagai laboratorium hidup bagi pendidikan dan pembangunan berkelanjutan di tingkat global.

Momentum tersebut diharapkan menjadi mata air baru yang mengalirkan optimisme, investasi, kolaborasi internasional, serta berbagai peluang pengembangan sumber daya manusia yang akan mendorong percepatan kemajuan Wakatobi di masa mendatang.

Dengan pengakuan UNESCO ini, Wakatobi kini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Tenggara dan Indonesia, tetapi juga tampil sebagai contoh dunia tentang bagaimana konservasi alam dapat berjalan seiring dengan pendidikan, pembangunan masyarakat, dan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan global.

Example 300250
Example 120x600