Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
BeritaDaerahSultra

BMKG Pastikan Fenomena Ribuan Ikan Tembang di Pantai Kolaka Dipicu Faktor Oseanografi, Bukan Pertanda Bencana

40
×

BMKG Pastikan Fenomena Ribuan Ikan Tembang di Pantai Kolaka Dipicu Faktor Oseanografi, Bukan Pertanda Bencana

Sebarkan artikel ini
Ketgam : Peta suhu permukaan laut (Sea Surface Temperature/SST) BMKG-OFS di perairan sekitar Kabupaten Kolaka pada Senin (27/7/2026). Foto: BMKG.

KOLAKA, Kilasbalik.id – Fenomena ribuan ikan tembang yang terdampar di sepanjang bibir pantai Desa Ladahai–Tamborasi, Kecamatan Iwoimendaa, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Senin (27/7/2026), dipastikan bukan merupakan pertanda akan terjadinya bencana alam.

Kepastian tersebut disampaikan Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Maritim Kendari, Faizal Habibie. Ia menegaskan bahwa hasil analisis BMKG menunjukkan tidak ada keterkaitan antara fenomena ikan terdampar dengan potensi gempa bumi, tsunami, maupun bencana alam lainnya yang sempat dikhawatirkan masyarakat.

“Tidak ada hubungan dengan bencana alam. Tidak ada,” ujar Faizal, Kamis (30/7).

Faizal menjelaskan, hasil analisis meteorologi maritim dan kondisi oseanografi menunjukkan sedikitnya terdapat dua faktor utama yang menyebabkan ribuan ikan berukuran kecil tersebut muncul hingga ke kawasan pesisir.

Faktor pertama adalah meningkatnya suhu permukaan laut di sepanjang perairan Kabupaten Kolaka hingga Kabupaten Kolaka Utara pada 27 Juli 2026. Kenaikan suhu tersebut membuat kawanan ikan berpindah mencari wilayah perairan yang lebih sesuai dengan kondisi habitat alaminya.

“Dari hasil analisis menunjukkan memang pada tanggal 27 Juli 2026 terjadi kenaikan suhu permukaan laut di sepanjang wilayah perairan Kolaka sampai Kolaka Utara dengan suhu permukaan laut berkisar 29,0–30,5 derajat Celsius,” jelas Faizal.

Selain kenaikan suhu laut, faktor kedua yang turut berperan adalah arus laut yang bergerak menuju pesisir Kabupaten Kolaka dengan kecepatan relatif tinggi, yakni sekitar 80 sentimeter per hari (cm/d). Kondisi tersebut menyebabkan kumpulan ikan-ikan kecil terbawa arus hingga akhirnya terdampar di sepanjang garis pantai.

“Ditambah dengan arus yang mengarah ke pesisir pantai Kolaka dengan kecepatan relatif kencang berkisar 80 cm/d. Dari dua faktor ini bisa berakibat ikan-ikan tersebut mencari perairan dengan suhu laut yang sesuai habitatnya. Dengan kecepatan arus tersebut membawa ikan-ikan kecil ke pesisir pantai Kolaka,” terang Faizal.

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak mudah mengaitkan fenomena ikan terdampar dengan isu-isu yang belum terbukti secara ilmiah. Fenomena tersebut merupakan kejadian alam yang dipengaruhi dinamika kondisi laut dan masih dapat dijelaskan melalui analisis oseanografi serta meteorologi maritim.

Dengan penjelasan tersebut, masyarakat diharapkan tetap tenang dan memperoleh informasi dari sumber resmi agar tidak terpengaruh oleh kabar yang dapat menimbulkan keresahan.

Example 300250
Example 120x600