Scroll untuk baca artikel
Example 728x250
BeritaBudayaDaerahPariwisataSultraWakatobi

Empat Dekade Vakum, Kabuenga Pomasindeka Bangkit di Posalu, Budaya & Ekonomi Tumbuh Bersama

2336
×

Empat Dekade Vakum, Kabuenga Pomasindeka Bangkit di Posalu, Budaya & Ekonomi Tumbuh Bersama

Sebarkan artikel ini

WAKATOBI, KILASBALIK.ID Tradisi Kabuenga Pomasindeka kembali menggema di Desa Posalu, Kecamatan Wangi-Wangi, Minggu (28/8). Setelah lebih dari 40 tahun vakum, ritual budaya masyarakat Tindoi Raya itu akhirnya bangkit berkat inisiatif para pemuda desa.

Lapangan Pemuda-Pemudi Posalu dipadati warga yang datang dengan penuh antusias. Balutan pakaian adat berwarna-warni mempercantik suasana, dari anak-anak hingga orang tua, menjadi saksi sejarah kembalinya budaya tua yang sempat hilang selama empat dekade.

Ketua Panitia La Hariadin menegaskan, Kabuenga Pomasindeka bukan sekadar seremoni, tetapi langkah awal untuk melestarikan identitas budaya Posalu.

“Kami ingin budaya Posalu, khususnya Tindoi Raya, kembali dikenal lewat event daerah seperti Festival Tindoi Maleko,” ujarnya.

Selain masyarakat, kegiatan ini juga dihadiri pejabat daerah, di antaranya Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan Yusnan Yusuf, Sekretaris Dinas Pariwisata, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan La Aliwangi.

Mewakili Bupati Wakatobi, Yusnan Yusuf menegaskan komitmen pemerintah untuk mengangkat budaya Tindoi dan Maleko sebagai agenda berkelanjutan.

“Semangat generasi muda akan kami dukung agar budaya ini terus hidup dan menjadi daya tarik wisata budaya,” tegasnya.

Pantauan media ini, Kabuenga Pomasindeka tak hanya menghidupkan kembali budaya, tetapi juga menggairahkan ekonomi warga. Pedagang musiman hingga pelaku UMKM memanfaatkan momentum, dari makanan tradisional hingga minuman segar laris diserbu pengunjung.

Dengan dukungan pemuda dan pemerintah, Kabuenga Pomasindeka kini tak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga tonggak kebangkitan ekonomi lokal di Desa Posalu

Example 300250
Example 120x600